Kondisi Jalan Ke Daha Barat
Daha Barat adalah sebuah kecamatan termuda di kabupaten Hulu Sungai Selatan. Daha Barat terletak di daerah rawa yang berbatasan dengan kabupaten Tapin di selatan, Paminggir dan Danau Panggang di HSU. Sebuah sungai besar yakni sungai Nagara (Daha) membelah Daha Barat dari kota Nagara (Daha Selatan) melewati Tapin, Barito Kuala, hingga sampai ke Banjarmasin. Camat Daha Barat yang pertama adalah Bapak Nordiansyah, M.Si yang ditugaskan oleh Bapak Bupati HSS, M. Sapi'i untuk membangun daerah terpencil ini.Kecamatan Daha Barat terdiri dari 7 buah desa, yakni Siang Gantung, Baru, Tanjung Selor, Badaun, Bajayau, Bajayau Tengah, Bajayau Lama. Ketujuh desa ini terletak di tepian sungai Nagara sehingga sarana transportasi menuju dunia luar biasanya lewat sungai.
Bertepatan dengan pembentukan kecamatan Daha Barat pada tanggal 3 Desember 2007 bertepatan dengan HUT kabupaten HSS telah diresmikan jalan darat dari yang membuka isolasi Daha Barat. Jalan Darat ini berstatus sebagai jalan kabupaten yang membentang dari Bajayau Lama, Bajayau Tengah, Bajayau, Badaun hingga ke kota Nagara.
Jalan
ini dibuat dari urukan tanah rawa yang dikeruk dan selanjutnya dilapisi
dengan batu. Proses pengerasan ini selesai pada awal 2008 dan sekarang
sudah bisa digunakan. Sebagian sisi kiri dan kanan jalan ini disiring
dengan kayu galam. Hal ini untuk mencegah pengikisan akibat air rawa. Di
sisi jalan ini terdapat sebuah sungai kecil yang biasa dilalui perahu
kecil untuk menuju Nagara sebagai jalan pintas. Kalau dari Daha Barat ke
Nagara lewat sungai Nagara perlu waktu 1,5 jam maka lewat sungai kecil
ini cuma perlu waktu 45 menit.
Di
jalan ini banyak terdapat jembatan. Hal ini karena banyaknya terusan
atau sungai kecil dari desa-desa di pinggiran sungai untuk menuju daerah
rawa guna mencari ikan dan bercocok tanam. Jembatan ini harus tinggi
Tidak ada komentar:
Posting Komentar